Setiap kuartal dalam satu setengah tahun terakhir, TSMC mencetak rekor baru. Q1 2026 bukan pengecualian, dan yang membuat angkanya menonjol bukan hanya totalnya tapi juga kecepatan akselerasinya.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) melaporkan pendapatan Q1 2026 sebesar NT$1,134 triliun (sekitar US$35,7 miliar) pada 10 April 2026, naik 35,1% dibanding periode yang sama tahun lalu dan melampaui konsensus analis Bloomberg di NT$1,12 triliun. Ini menjadi rekor pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Angka yang paling mencolok datang dari bulan Maret saja: pendapatan mencapai NT$415,2 miliar, naik 45,2% secara tahunan dan 30,7% dibanding Februari menjadi rekor bulanan tertinggi yang pernah dicatat TSMC. Akselerasi di penghujung kuartal itu mencerminkan mulai berjalannya produksi chip 2 nanometer (N2) dalam skala yang lebih besar, sesuai perkiraan analis Nikkei Asia sebelumnya.
Dua klien terbesar TSMC yaitu Nvidia dan Apple tetap menjadi motor utama permintaan. Nvidia mengandalkan TSMC untuk memproduksi chip Blackwell Ultra di proses N3, sementara Apple menggunakan fasilitas yang sama untuk seri M dan A terbarunya. Keduanya terus menempatkan pesanan meski tekanan geopolitik dari konflik Iran memunculkan kekhawatiran awal soal gangguan rantai pasok.
Faktor lain yang turut mendorong angka melampaui ekspektasi adalah kenaikan harga yang TSMC terapkan pada chip leading-edge-nya. Analis Sravan Kundojjala dari SemiAnalysis menyebut langkah ini sebagai faktor besar di balik beat kuartal pertama, sekaligus memproyeksikan gross margin TSMC untuk Q1 di angka 64%.
Chip 7nm ke bawah menyumbang sekitar 77% dari total pendapatan wafer pada kuartal sebelumnya. Tren ini diperkirakan berlanjut dengan ramping-up N2
Segmen AI menutup kelemahan di pasar smartphone dan PC yang terdampak kelangkaan memori
Kapasitas produksi dilaporkan sudah habis dipesan hingga 2028, termasuk fasilitas baru di Arizona
Untuk memberi gambaran betapa cepatnya pertumbuhan ini: pendapatan kuartalan TSMC berada di kisaran US$20 miliar pada 2024, naik ke US$26 miliar di Q1 2025, lalu melonjak ke US$35,7 miliar di Q1 2026. Dua generasi pertumbuhan pendapatan semikonduktor dipadatkan dalam 18 bulan.
Kundojjala memperkirakan TSMC akan dengan mudah melampaui target pertumbuhan tahunannya sendiri sebesar 30% dalam dolar AS. Bank of America menaikkan target price saham TSMC dari US$470 ke US$500 pasca rilis ini, dengan mempertahankan rekomendasi Buy. Saham TSMC di Taipei naik lebih dari 2% di sesi awal setelah pengumuman.
TSMC akan dengan mudah melampaui target pertumbuhan tahunan 30% nya. Segmen AI yang menanggung beban pertumbuhan sementara smartphone dan PC justru melambat.
— Sravan Kundojjala, Analis SemiAnalysis, kepada CNBC
Laporan pendapatan penuh Q1 2026 termasuk laba bersih, margin operasional dan panduan Q2 dijadwalkan dirilis pada 17 April 2026. Analis memproyeksikan laba bersih sekitar NT$542,6 miliar (sekitar US$17,1 miliar), yang jika terkonfirmasi akan menjadi rekor laba kuartalan keempat berturut-turut bagi TSMC.
TSMC memproduksi sekitar 9 dari setiap 10 chip AI canggih di dunia. Ketika Nvidia, AMD, Apple, Google, dan Amazon membutuhkan chip diproduksi, mereka datang ke TSMC. Posisi ini menjadikan angka pendapatan TSMC sebagai salah satu indikator paling andal untuk mengukur seberapa panas sebenarnya permintaan infrastruktur AI secara global.
laporan keuangan penuh dijadwalkan 17 April 2026.
Posted in Lensa Asia