Samsung Electronics dilaporkan akan menghentikan penjualan televisi dan home appliance di China dalam tahun 2026. Nikkei Asia melaporkan hal ini pada Senin (27/4/2026) berdasarkan sumber internal, dan dikutip Reuters pada hari yang sama.
Keputusan final diperkirakan diambil selambatnya akhir April ini setelah itu Samsung akan menjelaskan langkah tersebut kepada mitra bisnis dan karyawan lokal, menghabiskan inventori secara bertahap, dan menghentikan penjualan sepenuhnya sebelum akhir 2026.
Penyebab utamanya adalah tekanan persaingan yang semakin berat. Merek lokal China seperti Haier, Hisense, dan TCL terus menggerus pangsa pasar Samsung dengan kombinasi harga lebih rendah dan kualitas yang semakin kompetitif. Presiden Divisi Visual Display Samsung Yong Seok-woo sudah mengakui situasi ini di event “The First Look Seoul 2026” pada 15 April: “It is true that our business in China is challenging. We are reviewing the business in various forms and the process is currently ongoing.”
Meski keluar dari penjualan, Samsung dikabarkan akan mempertahankan pabrik-pabriknya di China termasuk fasilitas produksi lemari es, mesin cuci, dan AC, dan mengonversinya menjadi basis produksi untuk pasar ekspor di luar China.
Samsung secara resmi belum mengkonfirmasi rencana ini. Dalam pernyataan resminya, Samsung menyebut: “We regularly review our global business structure in line with changes in the operating environment. Nothing has been decided.”
Jika terkonfirmasi, ini akan menjadi salah satu exit paling signifikan dari pasar konsumer China oleh brand elektronik global dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber: Nikkei Asia, Reuters, Korea Times, Seoul Economic Daily
Posted in Lensa Asia
Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.