SK On Membuka Kantor di Tokyo, Incar Pasar Baterai EV dan ESS Jepang

picture by AI
picture by AI

Produsen baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan, SK On, sedang mendirikan kantor cabang di Tokyo dan menargetkan operasional pada akhir April hingga awal Mei 2026. Ini akan menjadi basis keempat SK On secara global, setelah Amerika Serikat, China, dan Hungaria.

Kantor Tokyo akan berfungsi sebagai hub strategis untuk mempercepat masuknya kami ke pasar otomotif dan ESS Jepang. Ini akan memungkinkan respons lebih cepat terhadap kebutuhan pelanggan sekaligus mendukung perolehan order baru dan pertumbuhan yang berorientasi profitabilitas,” kata juru bicara SK On kepada Korea Herald, 23 April 2026.

Tidak seperti pendirian entitas hukum terpisah, kantor Tokyo akan berfungsi sebagai kantor penjualan lokal, struktur yang lebih ringan dan cepat dioperasikan. SK On saat ini sedang dalam pembicaraan dengan beberapa perusahaan Jepang untuk kemungkinan kerja sama di bidang baterai EV dan ESS.

Nissan Sudah Lebih Dulu

Langkah ini bukan tanpa fondasi. Tahun lalu, SK On sudah mengamankan Nissan sebagai mitra otomotif Jepang pertamanya, kontrak suplai senilai 15 triliun won (sekitar US$10,1 miliar) untuk memasok 99,4 gigawatt hour sel baterai pouch high nickel untuk model-model Nissan di pasar Amerika Utara antara 2028 dan 2034.

Kontrak ini adalah salah satu kesepakatan baterai terbesar dalam sejarah industri EV Jepang.

Kehadiran fisik di Tokyo memperkuat hubungan itu, memungkinkan SK On merespons permintaan teknis, negosiasi, dan pengembangan produk secara lebih langsung dengan tim Nissan.

Pasar ESS Jepang: Potensi Tiga Kali Lipat

Selain otomotif Jepang menawarkan peluang besar di segmen Energy Storage System (ESS), sistem penyimpanan energi berskala besar yang semakin kritis seiring transisi energi terbarukan. Menurut data LS Electric, pasar ESS Jepang diproyeksikan tumbuh dari US$343,6 juta pada 2024 menjadi US$1,1 miliar pada 2030 lebih dari tiga kali lipat dalam enam tahun.

Jepang memang terlambat dibanding Korea Selatan atau China dalam adopsi EV, pasarnya selama ini didominasi kendaraan hybrid. Tapi pemerintah Jepang kini semakin agresif mendorong elektrifikasi. Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) baru-baru ini menaikkan subsidi kendaraan listrik sebesar 400.000 yen (sekitar US$270), membawa subsidi maksimum ke level 1,3 juta yen per unit. Kebijakan ini diharapkan mendorong percepatan permintaan baterai EV di Jepang dalam beberapa tahun ke depan.

SK On memposisikan kantor Tokyo sebagai titik masuk untuk menangkap dua peluang sekaligus suplai baterai ke produsen otomotif yang mulai bergeser ke EV, dan kontrak ESS untuk utilitas dan proyek energi terbarukan.

Sumber: Korea Herald, Yonhap, LS Electric — 22–23 April 2026.

Posted in

Berita Terkait

Banyak Dibaca

Partner

Magazine

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.