Samsung dan SK Hynix Akhiri Era Kontrak Tahunan, Memori Kini Dijual 3–5 Tahun Sekaligus

ChatGPT Image May 6, 2026, 03_43_03 PM

Samsung Electronics dan SK Hynix sedang mengubah cara mereka menjual chip memori secara fundamental. Dua raksasa semikonduktor Korea Selatan itu dilaporkan meninggalkan model kontrak tahunan bahkan yang sebelumnya pernah dilakukan secara kuartalan, dan beralih ke Long-Term Agreement (LTA) berdurasi 3–5 tahun dengan pelanggan besar mereka.

Berdasarkan laporan media Korea Aju News yang dikutip TrendForce pada awal April 2026, Samsung mulai tahun ini menetapkan kebijakan bahwa kontrak baru dengan pelanggan utama harus menggunakan kerangka LTA minimum tiga tahun. Pelanggan seperti Microsoft dan Google masuk dalam daftar yang sedang dalam tahap negosiasi akhir untuk mendapatkan komitmen pasokan memori stabil selama tiga tahun. Co CEO Samsung Electronics Jun Young-hyun menyebut pergeseran ini dalam rapat pemegang saham Maret 2026 sebagai langkah untuk meredam risiko dari volatilitas pasar dan fluktuasi permintaan.

SK Hynix, sementara itu, dilaporkan tengah menegosiasikan LTA hingga lima tahun dengan Google untuk commodity DRAM dengan opsi perpanjangan dua tahun tambahan yang terkait dengan pasokan HBM generasi berikutnya. SK Hynix saat ini adalah pemasok utama HBM3E ke Google. Negosiasi ini diperkirakan selesai dalam paruh pertama 2026.

Meski begitu belum ada konfirmasi resmi dari Google maupun Microsoft bahwa kontrak ini sudah ditandatangani. Yang ada saat ini adalah laporan dari media industri Korea dan sumber-sumber pasar.

Mengapa Ini Terjadi Sekarang

Pergeseran ini tidak muncul tiba-tiba. Ia adalah respons logis terhadap satu kenyataan bahwa memori kini menjadi bottleneck terkritis dalam pembangunan infrastruktur AI.

Hyperscaler seperti Google, Microsoft, dan Amazon sedang membangun data center AI dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. TrendForce memproyeksikan belanja modal gabungan delapan cloud service provider terbesar melampaui US$710 miliar pada 2026 dan porsi besar dari angka itu mengalir langsung ke pengadaan memori.

Dalam konteks ini, memastikan volume pasokan jauh lebih penting daripada mengejar harga terbaik di pasar spot.

Hasilnya harga DRAM kontrak naik 75–80% di Q1 2026, dan diproyeksi naik lagi hingga 50% di Q2, angka yang mencerminkan kelangkaan struktural, bukan sekadar siklus musiman. Micron, kompetitor Amerika dari Samsung dan SK Hynix, sudah lebih dulu bergerak mengumumkan five year Strategic Customer Agreement pertamanya di earnings call Maret 2026 dan menyebut sedang dalam diskusi aktif dengan beberapa klien lain.

Satu insiden yang menggambarkan betapa seriusnya kondisi ini adalah Google dilaporkan memecat seorang eksekutif pengadaan yang gagal menandatangani LTA sebelum kekurangan pasokan terjadi. Ketika eksekutif Microsoft mengunjungi kantor pusat SK Hynix dan mendapat respons bahwa syarat mereka akan “sulit dipenuhi,” salah satu dari mereka dilaporkan meninggalkan pertemuan dengan marah.

Akhir dari “Siklus Kutukan” Industri Memori?

Industri memori selama ini dikenal dengan siklus boom bust yang brutal. Harga melonjak saat permintaan tinggi, lalu jatuh drastis saat kapasitas berlebih. Pola ini berulang setiap beberapa tahun dan membuat pendapatan produsen memori sangat tidak stabil.

LTA berdurasi 3–5 tahun berpotensi memutus pola itu. Dengan komitmen volume yang dikunci jauh di depan, produsen mendapat visibilitas pendapatan yang jauh lebih panjang dan bisa merencanakan investasi kapasitas dengan lebih terukur.

Model ini lebih mirip industri foundry seperti TSMC yang sudah lama beroperasi dengan kontrak jangka panjang berbasis kapasitas daripada model komoditas spekulatif yang selama ini mendominasi industri memori.

Pergeseran ini sudah tercermin di pasar saham. Saham Samsung Electronics naik sekitar 60% sejak awal 2026, sementara SK Hynix naik sekitar 50%, mencerminkan repricing fundamental oleh investor yang melihat industri memori bertransisi dari komoditas siklusal menjadi infrastruktur strategis jangka panjang.

Implikasi untuk Industri AI Global

Jika tren ini berlanjut, dampaknya melampaui Samsung dan SK Hynix. Pertama, LTA akan semakin mengunci hubungan langsung antara hyperscaler dan produsen memori, memangkas peran distributor dan reseller dalam rantai pasokan. Kedua, perusahaan yang tidak memiliki skala untuk masuk ke model LTA, yang membutuhkan komitmen modal besar di muka akan semakin kesulitan mendapatkan alokasi chip di pasar yang semakin ketat.

Dan ketiga posisi Korea Selatan sebagai pusat produksi memori dunia semakin terkunci dalam ekosistem AI global untuk satu dekade ke depan.

Yang perlu dicermati ke depan adalah apakah model LTA ini benar-benar akan bertahan saat siklus permintaan AI melambat atau apakah hyperscaler akan mencari jalan keluar dari komitmen jangka panjang saat harga pasar turun.

Sejarah industri memori penuh dengan contoh kontrak yang direnegosiasi ketika kondisi berbalik. Tapi untuk saat ini, dengan permintaan AI yang terus tumbuh, kapasitas HBM yang masih sangat terbatas, dan Micron yang sudah bergerak duluan, Samsung dan SK Hynix tidak punya banyak alasan untuk kembali ke model lama.

Sumber: TrendForce, Aju News, TradingKey, SoftwareSeni, CloudNews — April 2026.

Posted in

Berita Terkait

Banyak Dibaca

Partner

Magazine

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.