Bangkok International Motor Show ke 47 dibuka pada 25 Maret 2026 di IMPACT Challenger Halls, Muang Thong Thani, dan tahun ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya.
Ada faktor eksternal yang mengubah seluruh dinamika pameran, yaitu harga minyak mentah Brent yang sudah menembus USD 120 per barel akibat konflik Timur Tengah.
Krisis energi yang menekan konsumen di seluruh Asia itu menjadi katalis paling efektif untuk adopsi kendaraan listrik,lebih efektif dari kampanye lingkungan mana pun. Para produsen mobil yang hadir di Bangkok tahun ini tahu betul cara memanfaatkan momen tersebut.
CEO MGC-ASIA Sunhavut Thamchuanviriya, distributor yang membawa merek seperti Aston Martin, XPENG, dan Jeep ke Thailand, merangkum situasinya dengan lugas:
“What triggers, or makes customers accept EVs, is the cost of living, particularly fuel prices, which have become the turning point. Combined with improved EV infrastructure and government support, EV sales this year are likely to grow more than expected, to the point that there may not be enough vehicles to sell.”
Distributor Geely melaporkan permintaan kendaraan listrik mereka sudah berlipat ganda sejak konflik Timur Tengah meletus. Angka ini datang di pasar yang sebelumnya sudah dalam tren EV kuat. Di Januari 2026, penjualan kendaraan baru di Thailand naik 41,9% secara tahunan menjadi 90.283 unit, dengan BYD melonjak 193,7% dan merebut posisi nomor dua secara keseluruhan dengan pangsa pasar 14,2 %.
Dengan 45 perusahaan mobil dan motor yang mengkonfirmasi kehadiran mereka, Bangkok Motor Show 2026 menjadi panggung yang lebih sengit dari sebelumnya dan brand-brand China sedang mendominasi.
BYD membawa tiga model baru sekaligus: ATTO 1, ATTO 2, dan SEAL 6. Yang paling menarik perhatian adalah ATTO 1 (versi Thailand dari BYD Seagull) yang akan dipasarkan di segmen 400.000–500.000 baht, menembus pasar konsumen menengah yang selama ini sulit dijangkau oleh kendaraan listrik.
Selain BYD, nama-nama baru dari China yang pertama kali hadir di Bangkok Motor Show tahun ini antara lain Chery, LEPAS, Forthing, dan NIO Firefly. GWM membawa ORA 5 SUV, MG menghadirkan IM5, dan CHANGAN masuk dengan NEVO Q05 yang dirakit di pabrik mereka di Rayong, sehingga terkena tarif cukai hanya 2% di bawah kondisi produksi BOI.
Strategi China di Bangkok tahun ini terlihat masuk dari semua sudut. Dari city car berbiaya hemat hingga luxury SUV dan MPV listrik berukuran besar, dengan jaminan baterai seumur hidup sebagai pembeda kepercayaan konsumen yang masih ragu.
Produsen Jepang dan Eropa juga bergerak merespons tekanan ini. Toyota menghadirkan electric SUV terbarunya, Honda membawa e:N2 dan Super-ONE, Suzuki memperkenalkan e VITARA, dan Mazda menghadirkan Mazda6e.
Brand yang selama bertahun-tahun mendominasi Thailand dengan mesin bensin dan hybrid kini aktif menunjukkan bahwa mereka punya jawaban untuk era listrik.
Di sisi premium, BMW menghadirkan iX3 (Neue Klasse), Mercedes-Benz memamerkan GLC Electric dan CLA Electric, sementara Porsche membawa Cayenne Electric. Merek-merek premium Eropa yang sebelumnya lebih berhati-hati dalam penetapan harga kini bergerak ke strategi affordable luxury, menurunkan titik masuk harga untuk bersaing di segmen atas yang mulai digerogoti brand China kelas atas seperti NIO dan ZEEKR.
Bangkok Motor Show 2026 mencerminkan posisi Thailand yang unik dalam geografi otomotif Asia. Negara yang selama puluhan tahun menjadi pusat produksi kendaraan berbahan bakar konvensional untuk Toyota, Honda, dan Isuzu, kini menjadi salah satu arena persaingan paling sengit antara produsen konvensional yang sedang bertransformasi dan produsen China yang sedang membangun dominasi.
Per Januari 2026, brand-brand China secara keseluruhan menguasai hampir 47% penjualan kendaraan baru di Thailand. BYD saja sudah mendirikan pabrik di Rayong dengan kapasitas 150.000 unit per tahun, dan sudah mulai mengekspor dari sana ke Eropa. Great Wall Motor, Changan, GAC Aion, dan Chery semuanya sudah membangun atau sedang membangun fasilitas produksi di Thailand.
Penyelenggara menargetkan 50.000 unit pemesanan selama pameran berlangsung hingga 5 April, angka yang sama dengan tahun lalu. Tapi dengan harga minyak di level tertinggi dalam sejarah dan model EV terjangkau yang kini masuk ke segmen yang belum pernah tersentuh sebelumnya, angka itu bisa saja terlampaui.
Posted in Lensa Asia