Hyundai Bangun Ekosistem Hidrogen di Hong Kong, Batu Loncatan ke Seluruh Asia Pasifik

ChatGPT Image May 20, 2026, 07_46_49 AM

Hyundai Motor Group menandatangani MoU multilateral dengan sembilan mitra dari Korea, Hong Kong, daratan China, dan Prancis untuk membangun ekosistem hidrogen komprehensif di Hong Kong, diumumkan pada 18 Mei 2026 di sela-sela International Hydrogen Development Symposium 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre.

Di hari yang sama, pemerintah Korea dan Hong Kong juga menandatangani MoU antarpemerintah, memperkuat kerja sama kebijakan hidrogen dan kemitraan bisnis antara kedua wilayah. Penandatanganan disaksikan pejabat tinggi kedua pihak, termasuk Diane Wong (Plt Sekretaris Lingkungan Hong Kong), Jeong Eui-kyung (Dirjen Urusan Tata Kota dan Pertanahan Korea), dan Alpha Lau (Direktur Jenderal InvestHK).

Sembilan mitra yang bergabung bersama Hyundai dalam perjanjian bisnis ini adalah Hyundai Engineering & Construction, JEING (Korea, spesialis EPC hidrogen), The Hong Kong and China Gas Company, Veolia Hong Kong, China Certification & Inspection Group, Guofu Hydrogen Energy, Templewater, Chun Wo Construction, dan Chun Wo Bus.

Model W2H dan Apa yang Akan Dibangun

Inti dari proyek ini adalah teknologi Waste to Hydrogen (W2H), mengubah gas dari tempat pembuangan akhir (landfill gas) menjadi hidrogen bersih. Ini bukan teknologi baru bagi Hyundai. Grup ini sudah menerapkan model W2H di Korea (Cheongju dan Paju) dan sejak April 2025 juga sedang mengerjakan proyek W2H di Indonesia bersama mitra lokal.

Hong Kong dipilih karena karakteristiknya mirip dengan Korea, sangat bergantung pada energi impor dan memiliki keterbatasan struktural dalam produksi energi terbarukan. Ditambah iklim Hong Kong yang panas dan lembap yang menghasilkan gas landfill dalam jumlah besar membuat W2H menjadi solusi yang secara teknis cocok untuk kota ini.

Tiga komponen utama yang akan dibangun:

Pertama, fasilitas produksi hidrogen rendah karbon berbasis W2H, dirancang oleh Hyundai Engineering & Construction yang mengoptimalkan desain untuk kondisi lokal Hong Kong.

Kedua, stasiun pengisian hidrogen cair, dirancang dan dibangun oleh JEING dengan peralatan dari Guofu Hydrogen Energy. Lokasi diprioritaskan di area lalu lintas tinggi.

Ketiga, solusi mobilitas hidrogen, bus fuel cell untuk layanan wisata dan shuttle bandara serta kendaraan komersial untuk logistik di kawasan pelabuhan Hong Kong. Sistem fuel cell dipasok dari HTWO Guangzhou, fasilitas produksi fuel cell pertama Hyundai di luar Korea, yang dibangun di Guangzhou, China.

Timeline proyek dikonfirmasi lokasi pada 2027, desain dan pembangunan infrastruktur setelahnya, dengan target ekosistem hidrogen yang beroperasi penuh dan mandiri di Hong Kong pada 2030.

Hong Kong sebagai Hub, Bukan Tujuan Akhir

Yang menarik dari pengumuman ini adalah framing strategisnya. Hong Kong bukan tujuan akhir Hyundai ini adalah batu loncatan.

Mulai dari Hong Kong, kami berharap dapat memperluas kolaborasi dan peluang bisnis di seluruh pasar hidrogen Asia Pasifik,” kata Seung Kyu Shin, EVP dan Kepala Divisi Kebijakan Energi & Hidrogen Hyundai Motor Group.

Posisi Hong Kong sebagai hub keuangan dan bisnis internasional membuat kota ini ideal sebagai referensi dan showcase. Proyek yang berhasil di sini jauh lebih mudah dipasarkan ke pasar Asia Pasifik lain dibanding proyek yang berlokasi di kota yang tidak dikenal secara global. Perusahaan hidrogen yang sudah beroperasi di Hong Kong dengan dukungan InvestHK dalam tiga tahun terakhir berhasil mengumpulkan lebih dari HK$2,5 miliar melalui IPO di Bursa Efek Hong Kong.

Koneksi ke Indonesia

Ada satu detail yang relevan langsung untuk pembaca BlueLens: Hyundai Group secara eksplisit menyebut proyek W2H di Indonesia sebagai bagian dari expertise yang dibawa ke Hong Kong. Sejak April 2025, Hyundai sudah mengerjakan “Indonesia W2H Hydrogen Ecosystem Project” yang berarti model yang diuji di Indonesia kini menjadi referensi untuk ekspansi regional. Bagi Hyundai Indonesia juga merupakan laboratorium teknologi yang hasilnya direplikasi ke pasar lain.

Sumber: Hyundai Motor Group Global Newsroom (PRNewswire, 18 Mei 2026), Automotive World, Seoul Economic Daily, The Asia Business Daily, Autoguideindia 

Posted in

Berita Terkait

Banyak Dibaca

Partner

Magazine

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.