Samsung Tembus Valuasi US$1 Triliun Perusahaan Asia Kedua Setelah TSMC

picture by AI
picture by AI

Samsung Electronics resmi bergabung dalam kelompok eksklusif perusahaan bernilai lebih dari US$1 triliun. Pada Rabu (6/5/2026), kapitalisasi pasar Samsung menyentuh sekitar 1.500 triliun won (~US$1,03 triliun) dalam perdagangan di Seoul menjadikannya perusahaan Asia kedua yang mencapai milestone ini setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Saham Samsung melonjak antara 12–15% dalam satu hari, tercatat sebagai kenaikan harian terbesar dalam sejarah perusahaan. Lonjakan ini sekaligus mendorong indeks Kospi naik lebih dari 5%, melewati level 7.000 untuk pertama kali dalam sejarah. Samsung bergabung dalam daftar perusahaan US$1 triliun bersama Nvidia, Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, Broadcom, Meta, Tesla, Saudi Aramco, Walmart, Berkshire Hathaway, dan TSMC dimana total hanya ada 13 perusahaan yang pernah mencapai level ini.

Apa yang Mendorong Lonjakan Ini

Pemicunya berlapis. Di level makro, S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor di AS semalaman didorong penguatan saham AI dan sinyal de-eskalasi konflik Timur Tengah. Di level korporasi, Samsung baru saja merilis kinerja Q1 2026 yang luar biasa.Llaba operasional divisi semikonduktor melonjak ~48 kali lipat (yoy), sementara laba bersih keseluruhan naik 753% yoy (~8,5x). Laba Q1 2026 saja sudah melampaui total laba sepanjang 2025.

Revenue Q1 2026 Samsung mencatat rekor KRW 133,9 triliun (~US$90 miliar) dengan laba operasional KRW 57,2 triliun (~US$38,6 miliar). Pendorong utamanya adalah permintaan chip DRAM dan NAND flash untuk server AI, permintaan yang sebelumnya bersifat siklus kini dipandang pasar sebagai kebutuhan struktural jangka panjang.

Ambang batas US$1 triliun membawa bobot material di luar simbolisme. Ini mencerminkan penilaian pasar bahwa peran memori dalam infrastruktur AI bersifat struktural, bukan siklus,” kata Dave Mazza, CEO Roundhill Investments.

Satu katalis tambahan Bloomberg melaporkan Apple mengadakan pembicaraan eksploratif dengan Samsung untuk memproduksi chip perangkat Apple di Amerika Serikat. Potensi diversifikasi dari ketergantungan Apple pada TSMC yang selama ini dominan.

HBM4 dan Persaingan dengan SK Hynix

Di balik euforia valuasi, Samsung masih menghadapi persaingan ketat di segmen paling menguntungkan High Bandwidth Memory (HBM), chip memori kritis dalam akselerator AI seperti GPU Nvidia. Dalam segmen ini, Samsung tertinggal dari SK Hynix yang selama ini menjadi pemasok HBM utama Nvidia.

Tapi Samsung bergerak. Pada Februari 2026, perusahaan mengumumkan sudah memulai produksi massal HBM4 generasi keenam chip HBM dan mulai mengirimkan ke pelanggan yang belum diungkap. Umpan balik pelanggan atas produk HBM4 Samsung dilaporkan positif, menjadikan sinyal gap teknologi dengan SK Hynix mulai menyempit.

Sam Konrad dari Jupiter Asset Management menilai pasar memori masih undersupplied dan kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga 2027 yang berarti tekanan harga ke atas kemungkinan masih terjaga untuk beberapa kuartal ke depan. SK Hynix sendiri juga ikut menikmati reli ini: sahamnya naik lebih dari 10% pada hari yang sama.

Milestone Samsung bukan sekadar angka valuasi. Ini memperkuat narasi bahwa Asia yang selama ini sering dipandang sebagai “pabrik” bagi desain chip Barat kini merupakan pemain strategis utama dalam rantai pasok AI global. TSMC dan Samsung bersama-sama membentuk duopoli yang tidak bisa diabaikan: tanpa chip keduanya, hampir semua sistem AI skala besar di dunia tidak bisa beroperasi.

Bagi Korea Selatan, Kospi yang menembus 7.000 adalah momen historis dan Samsung adalah pendorong utamanya. Dengan valuasi US$1 triliun, Samsung kini setara dengan beberapa bank sentral negara-negara berkembang dalam hal skala aset sebuah pencapaian yang setahun lalu belum pernah terbayangkan oleh sebagian besar analis.

Sumber: Bloomberg, CNBC, Reuters, SamMobile, Yahoo Finance — 6 Mei 2026.

Posted in

Berita Terkait

Banyak Dibaca

Partner

Magazine

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.