Sebuah transaksi yang tidak pernah diumumkan resmi baru terungkap dari Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tahun buku 2025 yang dirilis 16 April 2026.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), anak usaha BNBR yang bergerak di kendaraan listrik komersial, tercatat melakukan penyertaan saham senilai Rp3 miliar di PT Indomobil Ventura Transportasi (IVT) pada Februari 2025, setara 3.000 lembar saham atau 30% kepemilikan.
IVT adalah entitas usaha Grup Indomobil, bagian dari Grup Salim, yang berperan sebagai distributor resmi kendaraan niaga listrik merek JAC Motors di Indonesia di bawah brand komersial “Indomobil JAC.” Dengan masuknya VKTR ke IVT, aliansi Grup Bakrie dan Grup Salim yang sebelumnya terjalin di sektor batu bara (PT Bumi Resources/BUMI) dan emas (PT Bumi Resources Minerals/BRMS) kini merambat ke sektor kendaraan listrik.
Nilai transaksi Rp3 miliar berada di bawah ambang batas keterbukaan wajib berdasarkan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material, yang menjelaskan mengapa tidak ada pengumuman terpisah ke Bursa Efek Indonesia dari VKTR maupun BNBR terkait penyertaan ini.
Logika di balik kemitraan ini cukup jelas bila dilihat dari posisi masing-masing pihak. VKTR menguasai sisi hulu yaitu perakitan bus dan truk listrik di pabrik PT VKTR Sakti Industries (VKTS) di Magelang dengan kapasitas 3.000 unit per tahun, kemitraan teknologi dengan BYD Auto sejak 2018, serta status sebagai emiten kendaraan listrik komersial pertama di BEI. Hingga awal 2026, lebih dari 100 unit EV VKTR sudah beroperasi di armada TransJakarta, DAMRI, dan Sinar Jaya, menempuh lebih dari 11,5 juta km.
Indomobil menguasai sisi hilir dengan jaringan dealer di lebih dari 300 titik di seluruh Indonesia, layanan pembiayaan melalui Indomobil Finance, dan pengalaman hampir 50 tahun di industri otomotif.
Melalui IVT, Indomobil membawa JAC Motors, merek truk komersial nomor satu di China masuk ke pasar Indonesia dengan tiga model perdana yang diluncurkan pada Agustus 2025. Pikap double cabin JAC Trekker T9, truk ringan JAC UrbanMover N90 (9 ton), dan truk kompak JAC MetroMover N35 (3,5 ton). Seluruh baterainya dipasok CATL dengan garansi 8 tahun.
Yang membuat kemitraan ini lebih dari sekadar transaksi keuangan biasa adalah posisi Grup Salim sebagai salah satu pengguna armada logistik terbesar di Indonesia melalui Indofood dan Bogasari. Ini membuka kemungkinan captive market yang besar bagi kendaraan listrik komersial dari ekosistem VKTR dan IVT.
Penyertaan yang baru terungkap ini bertepatan dengan periode ekspansif VKTR di awal 2026. Pada 9 April 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik VKTS di Magelang dan menyebut VKTR sebagai kandidat national champion Indonesia di sektor kendaraan komersial listrik.
Keesokan harinya, saham VKTR melonjak 7,6% ke Rp990 dan sempat menyentuh Rp1.045, sekitar 9 kali lipat dari harga IPO Rp100 di Juni 2023.
Bersamaan dengan peresmian pabrik, VKTR juga mengumumkan rencana rights issue besar yaitu penerbitan maksimal 21,87 miliar saham baru dengan potensi dilusi hingga 33,33% bagi pemegang saham yang tidak menebus haknya.
RUPSLB dijadwalkan 19 Mei 2026 dengan pelaksanaan ditargetkan selesai di kuartal ketiga 2026. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja dan penyertaan modal ke anak usaha yang membuka kemungkinan penambahan porsi VKTR di IVT atau pembentukan entitas baru dalam ekosistem EV bersama Indomobil.
Sementara itu, induk BNBR membukukan laba bersih Rp493,85 miliar di 2025, naik 50,75% secara tahunan, dengan total aset melonjak dari Rp6,83 triliun menjadi Rp23,56 triliun, sebagian besar didorong oleh apresiasi nilai aset dari sinergi dengan Grup Salim di sektor energi dan tambang.
Masuknya VKTR ke IVT mengikuti pola yang sudah berulang dalam hubungan bisnis Grup Bakrie dan Grup Salim. Kolaborasi keduanya dimulai secara formal di akhir 2022 ketika Grup Salim masuk ke BUMI melalui private placement senilai Rp24 triliun, menyelamatkan perusahaan batu bara Bakrie dari beban utang yang sudah mengendap bertahun-tahun. Pola serupa berlanjut di BRMS untuk proyek emas Citra Palu Minerals di Sulawesi Tengah.
Di setiap jalur tersebut, struktur yang terbentuk selalu sama. Modal relatif kecil di awal sebagai titik masuk, diikuti pendalaman kerja sama operasional yang lebih substansial. Penyertaan Rp3 miliar di IVT tampaknya mengikuti logika yang sama, kecil secara nominal tapi memformalisasi struktur kepemilikan bersama yang membuka pintu untuk kolaborasi yang lebih besar.
Yang perlu dipantau ke depan adalah apakah rights issue 21,87 miliar saham VKTR akan memperbesar porsi kepemilikan di IVT atau membentuk entitas baru, dan sejauh mana armada logistik Grup Salim sendiri akan beralih ke kendaraan listrik dari ekosistem yang mereka bangun bersama ini.
Sumber: CaLK BNBR tahun buku 2025, CNBC Indonesia, EmitenNews, Bisnis.com, Kontan, situs resmi VKTR (vktr.id), Indomobil JAC (ivt.co.id) — 16 April 2026. Artikel ini bukan rekomendasi investasi.
Posted in Bisnis
Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.