Chery Group menegaskan kembali ambisinya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan global dalam Chery International Business Summit 2026 yang digelar di Wuhu, China, 28–29 April 2026. Dua eksekutif Chery berbicara langsung kepada media Indonesia yang hadir.
President of Chery International Zhang Guibing menyebut Indonesia sudah menjadi bagian penting jaringan produksi global Chery melalui kerja sama dengan mitra lokal. “Kita berpikir Indonesia seharusnya menjadi pusat produksi dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, seperti biaya produksinya,” kata Zhang, Selasa (28/4/2026). Ia juga menyatakan kesediaan Chery membawa lebih banyak supplier dari China untuk berinvestasi di Indonesia.
President Director Chery Group Indonesia Zeng Shuo menambahkan bahwa pembangunan produksi lokal akan dilakukan seiring pertumbuhan volume penjualan. “Ketika volume penjualan meningkat, kami tentu akan membangun produksi lokal. Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat menjanjikan di masa depan, mengingat jumlah penduduknya yang merupakan terbesar keempat di dunia, serta didominasi oleh generasi muda,” ujar Zeng, Rabu (29/4/2026).
Chery sudah mulai merealisasikan investasinya di Indonesia sejak 2024. Secara kumulatif, komitmen investasi yang dikantongi Kementerian Perindustrian mencapai lebih dari Rp5,2 triliun mencakup pengembangan fasilitas produksi baik melalui kemitraan maupun pabrik mandiri, dengan target kapasitas 200.000 unit per tahun dan penyerapan tenaga kerja 20.000 orang di sektor hulu dan hilir.
Saat ini Chery merakit sejumlah model termasuk Omoda E5, Tiggo 8, dan J6 di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi, dalam skema CKD. Chery juga tengah menjajaki akuisisi atau perluasan fasilitas HIM sebagai opsi untuk memperkuat kapasitas produksi dalam jangka pendek.
Namun untuk pabrik mandiri Chery di Indonesia, keputusan final belum diumumkan. Pada Januari 2026, Zeng Shuo sudah menegaskan bahwa groundbreaking pabrik mandiri ditargetkan pada 2026 dan produksi pada 2027 tapi lokasi masih belum ditetapkan secara resmi.
Di sisi lain, Chery juga membangun pabrik terbesarnya di ASEAN di Vietnam (Provinsi Hung Yen) yang ditargetkan beroperasi pertengahan 2026, menjadikan Vietnam sebagai hub ekspor Chery untuk pasar setir kiri, sementara Indonesia diproyeksikan untuk pasar setir kanan seperti Australia dan Afrika Selatan.
Chery adalah bagian dari gelombang besar masuknya merek otomotif China ke Indonesia. BYD, Wuling, Neta, dan beberapa merek lain sudah aktif di pasar. Di tengah persaingan ini, Chery memilih strategi multI brand menghadirkan Omoda, Jaecoo, dan iCar untuk menyasar segmen yang berbeda sambil membangun ekosistem dari sisi produksi dan distribusi.
Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong Chery untuk membangun basis produksi dan ekspor EV ke kawasan ASEAN hingga Australia memanfaatkan fakta bahwa Chery sudah memiliki brand awareness yang kuat di Australia dan platform yang kompatibel dengan model yang diproduksi di Indonesia.
Jika rencana produksi mandiri Chery di Indonesia terealisasi sesuai jadwal, ini akan menjadi salah satu investasi manufaktur otomotif terbesar dari merek China di Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub otomotif regional yang tidak hanya mengandalkan merek Jepang.
Posted in Bisnis
Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.