Harga Plastik Melonjak, UMKM Makanan-Minuman Paling Terpukul

ChatGPT Image May 6, 2026, 03_37_58 PM

Harga plastik di Indonesia melonjak tajam sepanjang April 2026. Di tingkat pedagang, kenaikan berkisar 40–80% dibanding sebelum konflik dan di level bahan baku industri, angkanya lebih ekstrem lagi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, menyebut harga bahan baku plastik melonjak dari sekitar US$1.000 menjadi US$1.800 per metrik ton naik hampir 80% dalam waktu singkat. 

“Harga bahan baku plastik yang sebelumnya sekitar US$1.000 per metrik ton, kini sudah naik hingga US$1.800. Artinya kenaikannya hampir 80%,” kata Fajar dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan, 15 April 2026.

Kenaikan sudah mulai terasa di pasar tradisional sejak akhir Maret. Pedagang di berbagai kota melaporkan lonjakan harga pada hampir semua jenis plastik. Data lapangan Dinas PPKUKM DKI Jakarta per 11 April 2026 mencatat kenaikan harga plastik di Jakarta secara umum di kisaran 30–40%: kantong kresek naik sekitar 40% ke Rp17.000/pak, plastik kemasan PET naik sekitar 35% ke Rp22.000/pak, dan plastik PE naik sekitar 30% ke Rp21.000/pak.

Akar Masalah: Nafta dan Selat Hormuz

Plastik lahir dari rantai panjang industri petrokimia berbasis minyak bumi. Minyak mentah diolah menjadi nafta, lalu diproses menjadi etilena dan propilena, barulah menghasilkan berbagai jenis plastik dari polietilena (PE), polipropilena (PP), hingga polistirena (PS).

Ketika perang AS-Israel vs Iran pecah pada 28 Februari 2026 dan jalur Selat Hormuz terganggu, rantai itu langsung terputus di bagian paling awal. Fajar Budiono menyebut sekitar 70% nafta dunia berasal dari kawasan Timur Tengah.

 “Selat Hormuz tertutup sehingga bahan baku berupa nafta yang 70% itu datangnya dari Middle East jadi tidak bisa terkirim ke para industri petrokimia,” kata Fajar kepada Kompas.com, 2 April 2026.

Dampaknya terasa global. CEO Dow Inc. Jim Fitterling menyebut kepada Reuters bahwa sekitar 50% pasokan polietilena dunia terdampak dengan terhenti, terbatas, atau terpengaruh setelah eskalasi di Timur Tengah. Dow dan ExxonMobil merevisi kenaikan harga resin polietilena menjadi 30 sen per pon untuk April.

Inaplas juga mencatat bahwa industri kini berada dalam survival mode, produksi ditekan seminimal mungkin agar tetap ekonomis. “Jangan sampai nanti ke standby mode. Kalau standby mode itu sudah kita harus mesin hidup, tapi tidak jalan. Nah, kita masih di survival mode sekarang,” kata Fajar.

UMKM Makanan-Minuman Paling Terpukul

Dari semua sektor, UMKM makanan dan minuman menanggung beban terberat. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut tekanan biaya produksi sudah dirasakan langsung pelaku usaha, dengan penurunan omzet dilaporkan mencapai 50% berdasarkan data yang dihimpun pemerintah dan asosiasi industri.

 “UMKM berusaha menjaga harga barang di mata masyarakat dan pembeli. Mereka tidak menaikkan harga jual, tetapi konsekuensinya keuntungan menjadi menipis karena biaya produksi naik,” kata Maman, dikutip ANTARA, 9 April 2026.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik masih tinggi, mencapai 55%. Dari jumlah itu, sekitar 70% distribusinya melewati jalur Selat Hormuz yang kini terdampak konflik. Industri kemasan plastik dalam negeri sendiri mendominasi pasar hingga 67,61% pada 2025, dengan sektor makanan sebagai kontributor terbesar.

Di sektor industri manufaktur skala besar, berbagai langkah efisiensi mulai diterapkan dengan mengurangi ketebalan produk plastik, memodifikasi formula dengan menambah proporsi bahan campuran, dan meningkatkan penggunaan bijih plastik daur ulang.

Inaplas menyebut situasi ini bukan sekadar kenaikan harga biasa, pasar telah masuk fase “ganti harga” di mana level harga baru yang lebih tinggi akan menjadi patokan jangka menengah.

 “Ini bukan sekadar kenaikan harga, melainkan sudah masuk fase ganti harga. Cepat atau lambat pasar akan menyesuaikan di level baru,” kata Fajar.

Respons Pemerintah

Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM menyiapkan respons berlapis. Untuk jangka pendek, pemerintah membuka alternatif pasokan nafta dari Afrika, India, dan Amerika, kawasan yang relatif tidak terdampak konflik. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan harapannya agar harga plastik bisa turun April ini seiring masuknya pasokan alternatif meski proses administrasi dan pengapalan membutuhkan waktu lebih lama, bisa mencapai 50 hari.

Untuk jangka panjang, pemerintah mengkaji subsidi penggunaan bioplastik, penguatan rumah kemasan bersama untuk UMKM, dan pengembangan bahan baku alternatif berbasis sumber daya domestik seperti rumput laut dan singkong

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga mendorong pengurangan ketergantungan impor petrokimia dengan mengeksplorasi potensi CPO sebagai bahan baku alternatif.

Inaplas memperkirakan tekanan harga ini masih akan berlangsung lama sebelum mencapai keseimbangan baru selama Selat Hormuz belum pulih sepenuhnya.

Sumber: Kontan, Kompas.com, ANTARA, Bisnis.com, Okezone, Balipost, Dinas PPKUKM DKI Jakarta — April 2026.

Fase “Ganti Harga” yang Belum Berakhir

Yang membedakan situasi April 2026 dari kenaikan harga plastik sebelum-sebelumnya adalah skalanya. Fajar Budiono menyebut ini bukan sekadar lonjakan sementara — pasar sudah masuk fase struktural baru. Selama hampir 20 hari periode Ramadan dan Lebaran, industri sengaja menahan kenaikan harga demi menjaga kelancaran distribusi nasional. Begitu pasar kembali normal, harga langsung menyesuaikan ke level baru sekaligus.

Inaplas mengusulkan kepada pemerintah agar bea masuk LPG dan kondensat sebagai bahan baku alternatif dikaji ulang untuk membantu menekan biaya produksi. Tanpa insentif semacam itu, tekanan biaya akan terus diteruskan ke hilir — ke pedagang, ke UMKM, dan akhirnya ke konsumen akhir.

Selama Selat Hormuz belum pulih sepenuhnya dan pasokan nafta alternatif belum mengalir stabil, industri plastik nasional akan terus beroperasi dalam mode bertahan — dan harga di pasar tidak akan kembali ke level sebelum konflik.

Sumber: Kontan, Kompas.com, ANTARA, Bisnis.com, Okezone, Balipost, Liputan6, Dinas PPKUKM DKI Jakarta — April 2026.

Posted in

Berita Terkait

Banyak Dibaca

Partner

Magazine

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.