5 Proyek Sampah Jadi Listrik Mulai Dibangun Juni 2026 Target Olah 7.000 Ton per Hari

ChatGPT Image May 6, 2026, 04_41_31 PM

Pemerintah menetapkan Juni 2026 sebagai target groundbreaking lima proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang tersebar di lima wilayah: Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya. Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengumumkan rencana ini dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Jika seluruh proyek beroperasi penuh, kapasitas pengolahan gabungan ditargetkan lebih dari 7.000 ton sampah per hari. Empat proyek yaitu  Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, dan Denpasar Raya merupakan amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan. Sementara proyek Bandung Raya mengacu pada Perpres Nomor 35 Tahun 2018, dengan pelaksanaan yang melibatkan kerja sama dengan Jepang.

Kapasitas masing-masing proyek berbeda. PSEL Bandung Raya menjadi yang terbesar, dengan kapasitas 1.853–2.131 ton per hari, melayani enam wilayah: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut. PSEL Bogor Raya dirancang berkapasitas 1.500 ton per hari, disusul PSEL Bekasi 1.400 ton per hari, PSEL Denpasar Raya 1.200 ton per hari untuk Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, serta PSEL Yogyakarta Raya 1.000 ton per hari untuk Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. PSEL Yogyakarta bahkan sudah memasuki tahap lelang sejak awal April 2026.

Di luar kelima proyek ini, PSEL Kota Palembang sudah lebih maju, progres konstruksinya mencapai 74% dan ditargetkan mulai beroperasi Oktober 2026.

Dari sisi insentif investasi, pemerintah menawarkan paket yang cukup menarik bagi investor: tarif beli listrik dari PSEL dipatok tetap sebesar US$0,2 per kWh dengan kontrak 30 tahun tanpa negosiasi ulang. PLN diwajibkan menyerap seluruh listrik yang dihasilkan. Pemerintah juga memberikan pembebasan PPN untuk teknologi ramah lingkungan produksi dalam negeri dan pengurangan PPh bagi pengembang. Danantara dilibatkan untuk dukungan investasi proyek tahap kedua, 12 lokasi yang lelangnya akan dimulai semester II 2026.

Kelima proyek ini merupakan bagian dari target nasional pembangunan PSEL di 30 lokasi aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota hingga 2029  dengan target kapasitas pengolahan mencapai 33.000 ton sampah per hari, atau sekitar 22–23% dari total timbulan sampah nasional yang saat ini tercatat 141.296 ton per hari.

 

Sumber: KSP, ANTARA, Bisnis.com, CNBC Indonesia, Kompas.com, Liputan6 — 22–23 April 2026.

Posted in

Berita Terkait

Banyak Dibaca

Partner

Magazine

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.