Danantara Tinjau Ulang Portofolio di Tengah Gejolak Global, Peluang atau Ancaman?

ChatGPT Image 8 Apr 2026, 19.58.06

Sovereign wealth fund Indonesia sedang mengkaji ulang seluruh portofolio investasinya menyusul konflik Timur Tengah yang mengguncang pasar global. CEO Rosan Roeslani melihat dua sisi: risiko besar, sekaligus peluang strategis.

Status Danantara

Kajian Aktif

Seluruh portofolio sedang dievaluasi

Konteks Global

Gencatan Senjata AS-Iran

Buka peluang repositioning

JAKARTA — Di tengah gejolak geopolitik yang belum sepenuhnya mereda, Danantara Indonesia — sovereign wealth fund yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto — sedang melakukan tinjauan menyeluruh terhadap portofolio investasinya. Langkah ini menjadi salah satu respons strategis Indonesia menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang dipicu konflik AS-Iran sejak Februari 2026.

CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa setiap gejolak global selalu memiliki dua sisi yang harus dibaca dengan cermat. Di satu sisi, konflik Timur Tengah menciptakan tekanan terhadap arus modal asing dan memperlemah pasar keuangan domestik. Namun di sisi lain, kondisi ini juga membuka peluang investasi strategis yang belum tentu tersedia di kondisi normal.

Setiap kejadian kita bisa melihat dari angle yang berbeda. Ada risiko, tapi juga ada peluang yang bisa dimanfaatkan secara strategis oleh Indonesia.

— Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia

Kajian yang dilakukan Danantara mencakup pemantauan arus modal asing yang masuk ke Indonesia, evaluasi dampak konflik terhadap perdagangan global, serta koordinasi lintas kementerian di Istana Kepresidenan Jakarta. Pemerintah juga menyiapkan berbagai skenario dampak untuk jangka pendek dan menengah.

⚠ Risiko yang Dihadapi

Investor asing cenderung beralih ke aset aman (safe haven) seperti emas dan obligasi AS, menekan pasar saham dan rupiah.

Harga minyak tinggi meningkatkan risiko inflasi dan memperlebar defisit fiskal APBN 2026.

Gangguan rantai pasok global berpotensi menekan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

✅ Peluang Strategis

Indonesia sebagai produsen CPO dan nikel dapat memanfaatkan diversifikasi rantai pasok energi global yang tengah berlangsung.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Seoul awal April 2026 berhasil menarik kembali minat investor Korea Selatan.

MoU Pertamina-POSCO International untuk pengembangan energi hijau (CCS/CCUS dan hidrogen biru) ditandatangani 1 April 2026.

Para analis membandingkan posisi Danantara dengan Temasek (Singapura) dan Khazanah (Malaysia) — dua sovereign wealth fund Asia yang berhasil melewati krisis geopolitik dengan menjaga independensi investasi dan governance yang kuat. Kunci keberhasilan keduanya: disiplin investasi berbasis risiko, bukan tekanan jangka pendek.

Dengan gencatan senjata AS-Iran yang baru diumumkan hari ini, Danantara kini memiliki momentum untuk melakukan repositioning portofolio — memanfaatkan turunnya harga minyak dan membaiknya sentimen pasar global sebagai jendela peluang investasi strategis jangka menengah.

Danantara
Investasi
Geopolitik Ekonomi

Artikel ini merupakan analisis berdasarkan pernyataan resmi Danantara dan data pasar terkini. Bukan merupakan saran investasi.

Posted in

Berita Terkait