Kling AI Catat Pendapatan USD 150 Juta di 2025, dan Masih Jauh dari Batas Atas

kling

Ketika Kuaishou meluncurkan Kling AI pada Juni 2024, tidak banyak yang memprediksi model video AI dari perusahaan short video China ini akan menjadi salah satu produk AI dengan pertumbuhan pendapatan tercepat di dunia. 18 bulan kemudian, angkanya bicara sendiri.

Kuaishou mengungkapkan dalam laporan keuangan 2025 yang dirilis 25 Maret 2026 bahwa Kling AI menghasilkan pendapatan 1,04 miliar yuan atau sekitar USD 150 juta sepanjang tahun, melampaui target internal perusahaan.

Pada Januari 2026, annualized revenue run rate Kling sudah melampaui USD 300 juta. Artinya, dalam satu bulan saja Kling menghasilkan lebih dari USD 25 juta, dua kali lipat dari angka Desember 2025 yang sudah tercatat di USD 240 juta ARR.

Dari Nol ke USD 100 Juta dalam 10 Bulan

Kecepatan pertumbuhan Kling AI sulit diabaikan. ARR USD 100 juta dicapai pada Maret 2025, hanya 10 bulan setelah peluncuran. ARR USD 240 juta pada Desember 2025, bulan ke-19. ARR USD 300 juta pada Januari 2026, bulan ke-20. Lompatan dari USD 240 juta ke USD 300 juta dalam satu bulan adalah akselerasi yang menunjukkan momentum yang belum berhenti.

Untuk konteks, HeyGen dan Suno AI yang merupakan dua produk AI yang dianggap sukses besar di 2025 masing-masing baru mencapai ARR USD 100 juta setelah waktu yang lebih panjang. Kling mencapainya dalam 10 bulan, lalu melipat-gandakannya tiga kali dalam delapan bulan berikutnya.

Apa yang Mendorong Pertumbuhan Ini

Kling bukan sekadar model video generatif. Kuaishou membangun ekosistem produk yang lengkap di atasnya. Per Desember 2025, Kling sudah melayani lebih dari 60 juta kreator di seluruh dunia, menghasilkan lebih dari 600 juta video, dan terhubung dengan lebih dari 30.000 klien enterprise dan developer melalui API.

Model bisnisnya berjalan di dua jalur yaitu langganan prosumer (kreator individual yang berlangganan untuk akses ke fitur premium) dan layanan API untuk klien korporat di berbagai industri termasuk periklanan, marketing, film, televisi, animasi, dan e-commerce. Keduanya tumbuh, tapi kontribusi enterprise yang paling mendorong lonjakan pendapatan.

Dari sisi produk, Kuaishou bergerak sangat cepat. Di Desember 2025 saja, mereka merilis empat model sekaligus dalam satu minggu, termasuk Kling Video O1 yang diklaim sebagai model video multimodal terpadu pertama di dunia, dan Kling Image O1. Pada Februari 2026, ByteDance merilis Seedance 2.0 sebagai pesaing langsung. Kuaishou merespons dengan Kling 3.0 hampir di waktu yang bersamaan.

Konteks Persaingan

Kling beroperasi di segmen yang kini menjadi salah satu arena persaingan paling sengit di industri AI global. Di satu sisi ada Sora dari OpenAI dan berbagai model video AI dari perusahaan-perusahaan Silicon Valley.

Di sisi lain, ekosistem AI China semakin padat seperti ByteDance dengan Seedance, serta model-model dari Baidu, Alibaba, dan sejumlah startup yang bergerak cepat.

Keunggulan Kling sejauh ini terletak pada kualitas gerak (motion quality) yang secara konsisten dinilai tinggi oleh komunitas kreator global, serta biaya yang lebih kompetitif dibanding opsi Barat.

Penetrasi ke pasar luar China juga jadi prioritas. Kuaishou mengklaim Kling sudah digunakan secara global, meski angka detail pengguna luar China belum dipublikasikan.

Masih Kecil dalam Skala Kuaishou

Satu perspektif yang penting bahwa meski angka pertumbuhan Kling terdengar besar, kontribusinya dalam skala bisnis Kuaishou secara keseluruhan masih kecil.

Total pendapatan Kuaishou 2025 tercatat 142,8 miliar yuan, naik 12,5% secara tahunan. Kling menyumbang 1,04 miliar yuan atau sekitar 0,7% dari total. Kuaishou masih sangat bergantung pada pendapatan iklan dan e-commerce dari platform short video utamanya.

Tapi itu justru yang membuat investor melirik Kling dengan antusias, bahwa ia masih sangat kecil sebagai porsi bisnis, tapi tumbuh dengan kecepatan yang jauh melampaui pertumbuhan bisnis utamanya. Jika momentum ini berlanjut, Kling berpotensi menjadi kontributor pendapatan yang signifikan bagi Kuaishou dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Kuaishou memproyeksikan capex 2026 naik ke 26 miliar yuan, sebagian besar untuk mendukung ekspansi infrastruktur AI. Taruhan itu menunjukkan bahwa mereka sendiri percaya pada lintasan pertumbuhan yang sedang terjadi.

Kling vs Dunia

Pertarungan di segmen video AI global kini melibatkan setidaknya empat pemain besar dengan pendekatan yang berbeda. Sora dari OpenAI diposisikan sebagai produk premium dengan kualitas tertinggi tapi dengan akses yang lebih terbatas. Runway dan Pika Labs dari Silicon Valley fokus di segmen kreator profesional dengan fitur editing yang lebih canggih. Di sisi China, ByteDance dengan Seedance 2.0 dan Kuaishou dengan Kling 3.0 bersaing ketat di segmen yang sama dengan keunggulan biaya yang signifikan dibanding opsi Barat.

Yang membedakan Kling dari kompetitornya di China adalah kombinasi antara kecepatan iterasi produk dan penetrasi ke pasar enterprise global. Sementara banyak model AI China masih terbatas penggunaannya di luar China karena hambatan bahasa dan regulasi, Kling berhasil membangun basis pengguna di lebih dari 100 negara, dengan kreator dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Tenggara menjadi segmen pengguna yang tumbuh paling cepat di luar China.

CEO Kuaishou Cheng Yixiao menyebut 2026 sebagai tahun ketika Kling akan “benar-benar masuk ke fase komersialisasi yang signifikan” sebuah pernyataan yang, mengingat lintasan pertumbuhan ARR yang sudah terjadi, bukan sekadar retorika korporat biasa.

Posted in

Berita Terkait