13 perusahaan dari Indonesia dan Singapura masuk dalam daftar Endeavor Outliers 2026, sebuah penghargaan tahunan dari organisasi nirlaba global Endeavor yang menyoroti perusahaan dengan pertumbuhan konsisten dan ketahanan bisnis tertinggi di antara jaringan entrepreneur yang mereka dampingi.
Di antara nama-nama Indonesia yang masuk: Kopi Kenangan (Edward Tirtanata dan James Prananto), Kredivo (Umang Rustagi dan Akshay Garg), DANA (Vince Iswara), dan Chickin (Tubagus Syailendra dan Ashab Alkahfi). Dari kawasan Asia Tenggara yang lebih luas, daftar ini juga mencakup Carro, Carousell, ShopBack, Qoala, Thunes, dan ASTRO.
Endeavor adalah organisasi global yang mendampingi founder perusahaan berskala tinggi di pasar berkembang, membantu mereka mengakses jaringan mentor, investor, dan mitra global.
Outliers adalah gelar yang diberikan kepada perusahaan terbaik dalam jaringan ini: mereka yang tidak hanya tumbuh cepat, tapi tumbuh dengan fundamental yang kuat.
Secara global, daftar Outliers 2026 mencakup 238 perusahaan dari berbagai negara, termasuk 93 unicorn dan 5 decacorn, dengan total pendanaan lebih dari USD 31 miliar dalam 3 tahun terakhir. Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar dari Asia Tenggara.
Kopi Kenangan adalah F&B unicorn pertama di Asia Tenggara, membangun jaringan lebih dari 800 gerai di 60+ kota Indonesia dengan model grab and go berbasis teknologi yang membuktikan bahwa bisnis kopi lokal bisa bersaing dengan pemain global.
Kredivo memimpin segmen buy now pay later dan kredit digital di Indonesia. Menjangkau konsumen yang selama ini tidak terlayani perbankan konvensional. DANA membangun ekosistem pembayaran digital yang kini menjadi salah satu e-wallet terbesar Indonesia dengan izin transaksi lintas negara dari Bank Indonesia.
Chickin menarik perhatian karena pendekatan dengan membangun rantai pasok ayam yang terintegrasi secara vertikal menggunakan teknologi, menjawab masalah fundamental di industri peternakan yang selama ini sangat terfragmentasi.
Daftar ini dirilis di tengah ekosistem startup global yang sedang dalam fase konsolidasi. Pendanaan ventura yang mengering sejak 2022-2023 memaksa banyak startup memangkas biaya, menunda ekspansi, dan membuktikan bahwa model bisnis mereka bisa hidup tanpa suntikan modal eksternal yang terus-menerus.
Perusahaan yang masuk daftar Outliers 2026 adalah mereka yang melewati tekanan itu dan tetap tumbuh bukan dengan cara bakar uang, tapi dengan memperkuat fondasi operasional dan unit economics yang sehat.
“Para Outliers dari Indonesia menjadi pengingat bahwa membangun bisnis berskala besar dari Indonesia bukan hanya mungkin bahkan di tengah berbagai tantangan,” ujar Managing Director Endeavor Indonesia Monika Rudijono.
Yang juga menarik banyak founder dari daftar ini kini aktif menjadi mentor bagi generasi startup berikutnya, menciptakan efek berganda yang memperkuat ekosistem secara keseluruhan, bukan hanya bisnis masing-masing.
Posted in Bisnis