Di tengah tekanan di pasar China, J&T Express justru mencetak pertumbuhan paling tajam di Asia Tenggara dan pasar-pasar baru — menandai pergeseran strategis yang makin nyata dari perusahaan logistik asal Indonesia ini.
J&T Global Express merilis hasil operasional kuartal pertama 2026 hari ini — dan angkanya cukup mencolok. Total volume paket global mencapai 8,33 miliar sepanjang Januari hingga Maret 2026, tumbuh 26,2% dibanding periode yang sama tahun lalu. Rata-rata, 92,5 juta paket dikirim setiap harinya di seluruh jaringan global perusahaan.
Yang paling menonjol adalah kinerja Asia Tenggara — kawasan yang menjadi akar pertumbuhan J&T sejak perusahaan ini didirikan di Indonesia pada 2015. Volume paket di kawasan ini naik 79,9% secara year-on-year menjadi 2,77 miliar, dengan rata-rata harian 30,8 juta paket. Pada puncak musim Ramadan, angka harian sempat melampaui 47 juta.
Ada beberapa faktor yang bekerja bersamaan. Pertama, lonjakan belanja online selama Ramadan yang memberikan dorongan musiman signifikan di pasar-pasar seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Kedua, kerja sama yang semakin dalam dengan platform e-commerce besar — TikTok Shop, Shopee, dan lainnya — yang mendorong volume secara struktural, bukan hanya musiman.
J&T juga terus menambah kapasitas fisik. Armada kendaraan antar-kota di Asia Tenggara bertambah menjadi 6.200 unit, sementara jalur sorting otomatis naik dari 64 menjadi 73 — peningkatan infrastruktur yang mencerminkan keyakinan manajemen bahwa pertumbuhan kawasan ini masih akan berlanjut.
2,77 miliar paket, naik 79,9% YoY. Rata-rata harian 30,8 juta, puncak 47 juta. Armada 6.200 kendaraan, 73 sorting line otomatis.
154 juta paket, naik 100,5% YoY. Amerika Latin jadi pendorong utama lewat kerja sama dengan TikTok, Temu, SHEIN, dan Mercado Libre.
Di China, situasinya berbeda. Industri logistik di sana sedang mengalami tekanan persaingan yang sangat ketat — perang harga antar pemain besar membuat pertumbuhan volume tidak lagi berbanding lurus dengan profitabilitas. J&T memilih pendekatan yang lebih selektif: fokus pada optimalisasi jaringan dan perbaikan kualitas klien, bukan mengejar volume semata.
Hasilnya terlihat pada komposisi bisnis. Paket dari luar China kini menyumbang 35,1% dari total volume global — naik 4,3 poin persentase dari kuartal sebelumnya. Ini bukan angka yang terjadi sendirinya, melainkan hasil dari strategi diversifikasi yang sudah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.
J&T Express didirikan di Indonesia pada 2015 dan kini beroperasi di 13 negara termasuk Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, China, Arab Saudi, UEA, Meksiko, Brasil, dan Mesir. Perusahaan tercatat di Bursa Hong Kong dengan kode saham 1519.HK.
Dengan fondasi Q1 yang kuat ini, manajemen menyatakan optimisme untuk hasil sepanjang tahun. Asia Tenggara — pasar di mana J&T pertama kali membangun reputasinya — tampaknya masih menjadi mesin pertumbuhan utama perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.
Sumber: J&T Global Express press release — 13 April 2026.
Posted in Bisnis