PT Eurokars Prima Utama, distributor resmi Ferrari di Indonesia, memperkenalkan program Ferrari Approved, skema sertifikasi mobil bekas resmi dari pabrikan yang memastikan setiap unit tetap memenuhi standar teknis Ferrari sebelum berpindah tangan.
Ferrari Approved bukan sekadar jual beli mobil bekas biasa. Setiap unit yang masuk ke dalam program ini harus melalui hingga 201 titik pemeriksaan yang dilakukan eksklusif oleh teknisi Ferrari bersertifikat mencakup kondisi mesin, transmisi, sistem elektronik, hingga detail interior dan eksterior. Riwayat kendaraan juga diverifikasi untuk memastikan keaslian serta rekam jejak perawatannya.
Hanya Ferrari yang diproduksi dalam 14 tahun terakhir yang memenuhi syarat masuk program ini.
Unit yang lolos inspeksi mendapat garansi resmi selama 12 bulan. Cakupan ini berlaku untuk kendaraan hingga usia 15 tahun atau jarak tempuh 120.000 km.
Ferrari juga menyediakan opsi perpanjangan garansi melalui program POWER16, melindungi komponen utama seperti mesin dan girboks hingga usia kendaraan mencapai 16 tahun. Untuk model hybrid, tersedia skema perlindungan baterai sesuai ketentuan usia kendaraan.
Calon pembeli bisa menelusuri unit yang tersedia melalui platform digital resmi Ferrari. Personalisasi tetap bisa dilakukan melalui Ferrari Genuine Configurator, dari detail eksterior, interior, hingga komponen serat karbon.
Salah satu skenario yang paling relevan dari program ini adalah bagi pembeli yang harus mengantre inden unit baru, yang umumnya membutuhkan waktu satu hingga dua tahun. Melalui Ferrari Approved, mereka bisa membeli unit bersertifikasi terlebih dahulu, lalu menukarnya kembali ketika inden selesai.
General Manager PT Eurokars Prima Utama Nini Chiandra menyebut profil konsumen Ferrari di Indonesia semakin beragam. Tidak lagi didominasi kolektor senior, kini mulai muncul pembeli dari kalangan yang lebih muda.
“Sekarang sudah variatif, ada yang milenial, ada juga yang usia matang. Harapan kami, dari muda sampai berumur tetap Ferrari,” ujar Nini.
Soal kondisi pasar, Nini mengakui tantangan yang sedang dihadapi industri. “Kalau ditanya tantangan, sekarang mungkin bukan cuma Ferrari saja. Semua merek juga merasakan kondisi saat ini,” ujarnya. Meski demikian, ia menilai segmen luxury relatif punya ketahanan tersendiri dan citra merek yang kuat menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasar.
Untuk menghadapi situasi pasar yang belum sepenuhnya stabil, strategi yang dipilih terbilang sederhana yaitu memperluas jangkauan kepada calon pelanggan.
“Kalau biasanya kita ketok 10 rumah, sekarang mungkin harus 100 rumah. Jangan pernah menyerah,” kata Nini. Soal performa penjualan tahun ini, ia belum ingin berspekulasi. “Tahun ini kan kita baru mulai, belum sampai tiga bulan. Jadi masih terlalu awal untuk bicara angka. Tapi tentu harapan kita lebih baik dari tahun lalu,” tambahnya.
Pasar terbesar Ferrari di Indonesia masih berasal dari Jakarta, meski pembeli datang dari berbagai daerah. Model hybrid disebut masih menjadi salah satu yang paling diminati. Showroom Ferrari Eurokars berlokasi di Jl. Proklamasi 36A, Jakarta Pusat, fasilitas 3S yang mencakup penjualan unit baru, Ferrari Approved preowned, dan layanan purnajual dalam satu lokasi.
Posted in Bisnis