Rebellions: Samsung, Aramco, dan Pemerintah Korea Taruh USD 400 Juta di Satu Startup Chip AI

0b0a1270-2fcc-4d4f-867b-78e799217d7b

Korea Selatan memiliki ambisi yang tidak kecil di industri chip AI global. Dan Rebellions, startup chip yang didirikan pada 2020 kini didukung Samsung, SK Hynix, serta Saudi Aramco sedang mewujudkan ambisi tersebut.

Pada 30 Maret 2026, Rebellions mengumumkan penggalangan dana pre IPO sebesar USD 400 juta, yang menilai perusahaan ini di USD 2,34 miliar. Putaran ini dipimpin oleh Mirae Asset Financial Group dan Korea National Growth Fund, dana investasi milik pemerintah Korea Selatan yang secara khusus dibentuk untuk mendukung industri strategis nasional. 

Menariknya, ini adalah investasi langsung pertama Korea National Growth Fund ke sebuah startup sejak dana itu dibentuk.

Total dana yang berhasil dikumpulkan Rebellions kini mencapai USD 850 juta. Dan USD 650 juta di antaranya datang hanya dalam 6 bulan terakhir, sebuah akselerasi yang menunjukkan betapa serius pasar memandang peluang di segmen yang Rebellions kejar.

Inference, Bukan Training

Rebellions tidak mencoba mengalahkan Nvidia di semua lini. Strateginya berfokus pada inferencing, proses menjalankan aplikasi AI setelah model sudah dilatih jadi bukan proses pelatihan modelnya itu sendiri.

Selama ini, GPU Nvidia mendominasi pasar karena kemampuannya melatih model AI berskala besar. Tapi seiring AI mulai digunakan secara dari chatbot hingga sistem rekomendasi pencarian berbasis AI, proses yang paling banyak terjadi justru adalah inferencing. Dan di sinilah chip Rebellions dirancang untuk unggul.

“Ketika berbicara soal inferencing saja, chip kami menawarkan efisiensi energi yang jauh lebih tinggi sekaligus performa yang lebih baik,” kata CEO Sunghyun Park kepada CNBC. 

Chip unggulan mereka, Rebel100 NPU, dipadukan dalam sistem server yang bisa dikonfigurasi dalam formasi 4 chip (Rebel Quad) untuk workload data center yang lebih besar.

Efisiensi energi bukan sekadar keunggulan teknis. Dalam skala operasi AI yang sesungguhnya, biaya listrik adalah salah satu pengeluaran terbesar. Perusahaan yang bisa menawarkan performa setara dengan konsumsi daya lebih rendah memiliki proposisi nilai yang sangat konkret bagi operator data center.

Target Pelanggan: Meta dan xAI, Bukan Amazon

Dalam memilih target pelanggan di Amerika Serikat, Rebellions mengambil pendekatan yang tidak biasa. Alih-alih mengejar hyperscaler besar seperti Amazon atau Microsoft yang sudah punya ekosistem chip sendiri, Rebellions membidik “big labs,” perusahaan AI yang kebutuhan compute nya besar tapi tidak terikat pada satu vendor chip.

“Target utama kami saat ini adalah lab-lab besar,” kata Park, menyebut Meta dan xAI sebagai contoh. Rebellions sudah menjalankan proof of concept trials dengan pelanggan di AS, sebuah sinyal bahwa mereka bukan lagi sekadar startup yang masih mencari-cari pasar.

Selain AS, Rebellions juga sudah membuka entitas di Jepang, Arab Saudi, dan Taiwan, memperluas jejak globalnya secara agresif sebelum IPO.

Keunggulan Struktural: Samsung dan SK Hynix sebagai Investor

Salah satu hambatan terbesar bagi startup chip AI saat ini adalah pasokan memori. High bandwidth memory yang dibutuhkan untuk menjalankan chip AI berkinerja tinggi sedang dalam kondisi sangat terbatas, sementara permintaan meledak. Harganya naik tajam, dan banyak pemain tidak bisa mendapatkan cukup pasokan.

Rebellions punya keunggulan struktural di sini yang tidak dimiliki sebagian besar pesaingnya yaitu Samsung dan SK Hynix, dua produsen memori terbesar di dunia, adalah investor mereka. 

“Kami adalah pihak yang paling baik posisinya untuk mendapatkan pasokan memori dibanding startup lain,” kata Park. Hubungan investor itu bukan hanya soal modal, tapi juga soal akses ke rantai pasokan yang kritis.

Investor strategis lainnya termasuk Saudi Aramco, SK Telecom, Korea Telecom, dan ARM sebuah konstelasi pendukung yang mencerminkan betapa luas ekosistem yang sedang dibangun Rebellions.

“K-Nvidia” dan Ambisi Nasional Korea Selatan

Rebellions bukan hanya proyek bisnis biasa. Perusahaan ini berada di jantung program “K-Nvidia” yang diluncurkan pemerintah Korea Selatan, inisiatif nasional yang dirancang untuk membangun pemain chip AI domestik yang bisa bersaing di level global.

Korea National Growth Fund, yang berkontribusi 250 miliar won atau sekitar USD 165 juta dalam putaran ini, menjadikan Rebellions sebagai investasi langsung pertama dalam sejarahnya. Itu bukan keputusan yang dibuat tanpa pertimbangan matang, ini adalah sinyal bahwa pemerintah Korea melihat Rebellions sebagai aset strategis nasional dalam persaingan semikonduktor global.

Konteks lebih besarnya bahwa Korea Selatan adalah rumah bagi 2 produsen memori terbesar di dunia (Samsung dan SK Hynix), tapi selama ini tidak punya pemain chip AI yang bisa bersaing di level internasional. Rebellions adalah upaya untuk mengubah itu.

Menuju IPO

Rebellions sedang mempersiapkan IPO, kemungkinan di Korea Selatan pada semester kedua 2026 atau awal 2027. CEO Park mengkonfirmasi persiapan sedang berjalan tapi menolak memberi detail soal timeline atau lokasi listing.

Jika IPO terealisasi di tahun ini, Rebellions akan bergabung dalam kelompok IPO AI paling dinantikan bersama SpaceX, OpenAI, dan Anthropic. Menjadikan tahun 2026 yang semakin terasa seperti tahun ketika era baru pasar modal AI benar-benar dimulai.

Posted in

Berita Terkait