SpaceX Diam-Diam Daftarkan IPO: Valuasi Terbesar USD 1,75 Triliun

download (7)

Elon Musk sedang bergerak menuju momen yang akan mengubah sejarah pasar modal. SpaceX, perusahaan roket dan satelit yang ia dirikan pada 2002, secara resmi mengajukan dokumen IPO konfidensial ke Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat pada 1 April 2026. 

Targetnya adalah melantai di bursa pada Juni 2026 dengan valuasi di atas USD 1,75 triliun dan potensi penggalangan dana hingga USD 75 miliar. Jika terealisasi, ini akan melampaui rekor IPO terbesar yang saat ini dipegang Saudi Aramco sebesar USD 29 miliar pada 2019, lebih dari dua kali lipatnya.

Bukan Lagi Sekadar Perusahaan Roket

SpaceX yang akan masuk bursa bukan perusahaan yang sama dengan SpaceX yang selama ini dikenal publik. Pada Februari 2026, Musk menyelesaikan merger all-stock antara SpaceX dan xAI, perusahaan AI miliknya yang melahirkan chatbot Grok.

Transaksi itu menilai SpaceX di USD 1 triliun dan xAI di USD 250 miliar, menghasilkan entitas gabungan senilai USD 1,25 triliun. Valuasi IPO sebesar USD 1,75 triliun mencerminkan ekspektasi pasar terhadap sinergi antara dua lini bisnis yang sangat berbeda namun saling melengkapi, infrastruktur luar angkasa dan kecerdasan buatan.

Dengan valuasi itu, SpaceX akan masuk sebagai perusahaan terbesar kelima di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar di bawah Nvidia, Apple, Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Dan Musk akan menjadi orang pertama yang mengendalikan dua perusahaan publik bernilai lebih dari USD 1 triliun sekaligus, karena Tesla sudah lebih dulu melantai.

Starlink adalah Jantungnya

Di balik angka-angka besar itu, bisnis yang paling menopang valuasi SpaceX adalah Starlink, layanan internet satelit yang kini sudah melayani lebih dari 10 juta pelanggan per Februari 2026.

Pendapatan Starlink diproyeksikan mencapai USD 24 miliar pada akhir 2026, naik dari USD 10 miliar di 2025.

Bagi investor, Starlink adalah aset yang langka. Jaringan internet global berbasis satelit dengan skala yang tidak dimiliki siapa pun, tumbuh cepat, dan beroperasi di segmen yang hambatan masuknya sangat tinggi. Tidak ada pemain lain yang mendekati posisi SpaceX di segmen ini saat ini.

Di luar Starlink, SpaceX tetap mendominasi industri peluncuran roket komersial global. Sepanjang 2025, perusahaan ini melakukan 165 peluncuran orbital, angka yang tidak tertandingi oleh siapa pun di industri. Kontrak dengan NASA, Angkatan Udara, dan Space Force AS juga menambah pendapatan yang lebih stabil dan terprediksi.

Dengan semua itu, total pendapatan SpaceX diperkirakan mendekati USD 22–25 miliar pada 2026.

Siapa yang Akan Bisa Beli?

Salah satu detail yang menarik perhatian investor ritel, SpaceX dikabarkan akan mengalokasikan hingga 30% dari saham IPO untuk investor kecil, sebuah langkah yang tidak lazim untuk IPO sebesar ini. Musk sendiri sudah merespons rumor bahwa platform seperti Robinhood dan SoFi akan dikecualikan, dengan menegaskan laporan itu tidak benar.

5 bank besar sudah diamankan sebagai underwriter senior yaitu Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley. Prospektus formal diperkirakan akan dipublikasikan April atau awal Mei, sebelum road show investor dimulai.

Ada juga potensi efek besar dari aturan baru Nasdaq yaitu bursa tersebut kabarnya sudah mengubah ketentuannya sehingga SpaceX bisa langsung masuk indeks Nasdaq 100 dalam 15 hari setelah listing, yang akan memicu pembelian paksa dari dana-dana indeks senilai miliaran dolar.

Risiko yang Tidak Bisa Diabaikan

Tidak ada IPO sebesar ini tanpa risiko besar. 

Pertama, pasar sedang volatile. Nasdaq baru saja menutup penurunan mingguan terburuknya dalam hampir setahun akibat perang AS-Iran dan lonjakan harga minyak. Bahkan perusahaan dengan fundamental terbaik pun bisa gagal di IPO jika kondisi pasar sedang buruk.

Kedua, xAI membawa beban tersendiri. Divisi AI Musk ini dikabarkan sedang membakar sekitar USD 1 miliar per bulan, dengan beberapa co founder sudah keluar. Menggabungkan entitas yang masih dalam fase investasi besar ke dalam perusahaan yang akan IPO adalah keputusan yang akan diuji ketat oleh investor institusional.

Ketiga, Starship, roket generasi berikutnya yang menjadi ambisi Musk di bulan dan Mars masih dalam pengembangan. Meski baru saja berhasil menyelesaikan demonstrasi transfer propelan antar wahana di orbit pada Maret 2026, jadwal komersialnya masih bergantung pada banyak variabel teknis yang belum terbukti.

Babak Baru Pasar Modal Global

Yang membuat IPO SpaceX lebih dari sekadar event korporasi biasa adalah konteksnya. Bloomberg melaporkan SpaceX akan menjadi yang pertama dari 3 mega IPO potensial di 2026, sebelum OpenAI dan Anthropic yang juga sedang mempertimbangkan listing publik.

Jika ketiga perusahaan itu melantai dalam satu tahun yang sama, 2026 akan menjadi tahun yang mendefinisikan ulang apa artinya “perusahaan besar” di era AI dan luar angkasa. Dan SpaceX, dengan segala kerumitannya, akan menjadi pembuka babak itu.

Posted in

Berita Terkait