11 Unit, 10 Miliar Won: Dalmaji Hill Sedang Menantang Dominasi Seoul

Screenshot
Screenshot

Untuk pertama kalinya, vila ultra premium senilai miliaran won muncul di luar ibu kota, dan pasar properti mewah Korea sedang mengalami perubahan.

Selama bertahun-tahun, cerita properti mewah Korea Selatan selalu berputar di satu titik, Seoul. Gangnam, Hannam-dong, Cheongdam, nama-nama kawasan itu sudah menjadi sinonim dengan kekayaan dan prestise. Vila seharga 10 miliar won pun hampir mustahil ditemukan di luar ibu kota.

Tapi sesuatu sedang berubah di Busan.

Di atas perbukitan Dalmaji Hill, sebuah kompleks vila butik bernama Atherton Upper House sedang menarik perhatian kalangan ultra kaya Korea dengan 11 unit yang dibanderol antara 7 hingga 10 miliar won per unit, atau setara sekitar 4,7 hingga 6,7 juta dolar AS. Ini bukan sekadar proyek properti mahal biasa. Ini pertama kalinya vila di kelas harga setinggi itu muncul di pasar regional di luar Seoul.

Dalmaji Hill: Kebangkitan Kawasan yang Sempat Ditinggalkan

Dalmaji Hill bukan nama baru di peta kemewahan Busan. Kawasan ini dulu dikenal sebagai enklave kalangan berada, rumah bagi para profesional, seniman, dan elite bisnis yang tertarik dengan pemandangan laut yang luas dan topografi yang khas. 

Tapi ketika Marine City dan Centum City berkembang pesat di pesisir Haeundae, perhatian beralih ke menara-menara tinggi baru yang menjadi simbol kemakmuran modern Busan.

Kini tren itu berbalik tapi dalam wujud yang berbeda. Bukan pencakar langit, bukan tower padat penghuni. Yang sekarang dicari adalah sebaliknya, yaitu  vila rendah, unit sangat terbatas, privasi tinggi, dan pemandangan tanpa halangan ke Haeundae Beach, Jembatan Gwangan, dan cakrawala kota.

Itulah yang ditawarkan Atherton Upper House. Kompleks ini berdiri di lokasi bekas lapangan golf, dibangun dengan hanya 11 unit mulai dari 237 hingga 273 meter persegi, dan dilengkapi dengan koleksi seni NFT karya Krista Kim, seniman yang dikenal sebagai pendiri gerakan Techism.

Setiap pembeli mendapatkan kepemilikan langsung atas sebuah karya seni digital saat menandatangani kontrak.

Dari Kepadatan ke Eksklusivitas

Pergeseran yang terjadi di Dalmaji Hill mencerminkan tren yang lebih luas dalam pasar properti ultra premium global, kelelahan terhadap kepadatan.

Selama dekade terakhir, simbol kemewahan di kota-kota besar Asia adalah ketinggian dan kepadatan. Siapa yang tinggal di lantai paling atas menara adalah yang paling ikonik. Tapi semakin banyak kalangan ultra-kaya yang mulai mencari sesuatu yang berbeda, berupa privasi, ruang, dan pemandangan yang tidak bisa dibagi dengan ratusan tetangga di satu gedung.

Nam Hyuk-woo, peneliti di pusat riset properti Woori Bank, menyebut Haeundae sebagai “Gangnam-nya Busan”, merujuk pada kombinasi antara kedekatan dengan pusat kerja, lokasi pesisir, dan infrastruktur yang mapan.

Kawasan ini terus memimpin transaksi properti kelas atas di Busan, dengan kompleks seperti LCT The Sharp dan The Zenith mencatat harga tertinggi di kota. Tapi kemunculan vila premium di Dalmaji Hill menandai pergeseran di dalam pergeseran itu sendiri. Bukan hanya dari Seoul ke Busan, tapi dari kepadatan ke eksklusivitas di dalam Busan itu sendiri.

Ini pola yang familiar di pasar properti mewah Asia lain.

Di Singapura, Good Class Bungalow di kawasan Nassim dan Cluny sudah lama lebih bergengsi dari apartemen mewah mana pun. Di Hong Kong, vila di The Peak tetap menjadi standar kemewahan tertinggi meski harga per meter perseginya bersaing dengan apartemen paling mahal di dunia.

Kelangkaan Menjadi Ukuran Kemewahan

Pasar properti mewah Korea Selatan secara keseluruhan sedang berada dalam trajektori pertumbuhan yang solid. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar 53,9 miliar dolar AS pada 2026, dan diproyeksikan tumbuh dengan CAGR sekitar 7,5% hingga 2031 yang didorong oleh konsentrasi individu berpenghasilan sangat tinggi, keterbatasan lahan di kawasan premium, dan masuknya pembeli asing terutama dari China yang menggunakan properti Korea sebagai aset lindung nilai geopolitik.

Dalam konteks itu, kebangkitan Dalmaji Hill adalah ekspresi dari sebuah pasar yang semakin matang, di mana kelangkaan dan eksklusivitas mulai mengalahkan skala dan ketinggian sebagai ukuran kemewahan sejati.

Posted in

Berita Terkait